Gap flying di antara gedung-gedung SCBD bukan hanya soal skill—ada izin, koordinasi, dan mental game yang jarang diceritakan.
Terbang Legal di Jakarta
Ini yang paling sering ditanya orang: "Gimana caranya dapet izin terbang di sana?"
Jawabannya panjang. Dan tidak semua orang mau melakukan prosesnya.
Proses Perizinan
Dua bulan sebelum shoot, saya mulai hubungi pengelola gedung satu per satu. Dari 8 gedung yang saya minta izin, 3 yang akhirnya setuju. Cukup untuk bikin jalur yang saya mau.
Kunci utama: tunjukkan professionalism dari awal. Datang dengan proposal tertulis, insurance dokumen, dan portfolio footage sebelumnya.
Dokumen yang disiapkan:
- Surat permohonan resmi dengan kop surat
- Asuransi liability untuk drone operation
- Flight plan detail dengan waypoints dan altitude
- Portfolio 3 video cinematic sebelumnya
Hari H
Shoot dijadwalkan pukul 06:00-08:00—sebelum traffic Jakarta menggila. Tim: saya sebagai pilot, satu safety observer, satu videografer untuk behind-the-scenes.
Angin di antara gedung tinggi itu tidak predictable. Sudah saya warning ke diri sendiri, tapi tetap saja hampir bikin saya putar balik di flight pertama.
Trick yang saya pakai: terbang with building untuk baca wind pattern dulu, baru execute gap shot.
Mental Game
Urban freestyle bukan cuma soal stick skill. Ini soal commitment. Kalau setengah-setengah pas approach ke gap, lebih bahaya daripada full commit atau abort total.
Sebelum setiap shot, saya duduk diam 2 menit, visualisasi full flight path. Sounds cheesy, tapi ini yang buat saya konsisten.
Hasil
Dari 2 jam shooting, saya dapat footage untuk 2:47 video. Banyak yang tidak masuk cut karena exposure atau framing kurang. Tapi shot gap antara dua gedung di menit 1:34—itu yang paling memuaskan sepanjang karir saya.