Setelah 3 kali finish di luar podium, akhirnya P2 di round 3 IFPVRL. Ini analisis race dan pelajaran yang saya ambil.
Setup untuk Bandung Indoor Circuit
Circuit Bandung itu tight. Gate-gate kecil, ceiling rendah, sweeping turns yang punish siapa saja yang terlalu aggressive di entry.
Dari race sebelumnya, saya tahu: consistency mengalahkan aggression di sini.
Quad Setup:
- Frame: 5" Stretched X
- Motors: 2306 2450KV
- Props: HQ 5.1x4.6x3
- FC: SpeedyBee F405 V3
- VTX: Rush Tank Solo
Rates saya lebih rendah dari biasanya—lebih mudah kontrol di low ceiling environment.
Qualifying
Heat 1 saya selesai P3. Bukan karena quad masalah, tapi karena saya terlalu safe di beberapa section yang sebenarnya bisa lebih aggressive.
Heat 2, saya push lebih di gates 4-7 (the sweeping section). Naik ke P1 di heat—tapi crash di gate terakhir karena terlalu excited.
Final qualifying: P3. Masuk final dengan start position yang tough.
Final Race
Start mepet, saya keluar P4 dari gate pertama. Lap 1 saya fokus build rhythm, tidak chase posisi.
Lap 3: pilot P2 crash di gate 8. Saya naik ke P2.
Lap 4-8: pertahankan gap dengan P3 di belakang, ikuti P1 tapi tidak force overtake di dangerous section.
Finish P2. First podium IFPVRL.
Apa yang Berubah
Bukan skill yang berubah drastis. Yang berubah adalah race IQ. Saya belajar kapan push dan kapan cukup consistent.
Musim depan, saya target P1. Setup sudah ada. Sekarang tinggal mental game.